Browsing: Artikel

Dalam realitas modern, banyak pekerja menghadapi dilema. Jadwal rapat yang panjang atau tugas yang mendesak sering membuat shalat tertunda. Padahal, Allah ﷻ telah menetapkan bahwa shalat memiliki waktu yang jelas dan tidak boleh dilanggar.

“Ketika Al-Qur’an dibacakan, hendaknya kita diam dan mendengarkan,” sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-A’raf ayat 204. Ayat ini menjadi dasar penting dalam menjaga adab. Mendengarkan Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas pasif, tetapi bentuk ibadah yang menghadirkan rahmat.

Tahajud bukan sekadar rutinitas, tetapi latihan jiwa yang membentuk keikhlasan dan kedisiplinan. Meski tanpa bantuan teknologi modern, banyak santri mampu bangun tepat waktu dengan kebiasaan yang sederhana namun konsisten.

Kebiasaan-kebiasaan ini bukan hanya soal penampilan. Dalam kehidupan pesantren, kerapian adalah bagian dari adab. Menjaga pakaian tetap bersih dan rapi mencerminkan kedisiplinan diri. Hal ini juga melatih tanggung jawab dalam hal-hal kecil.

Mobilitas tinggi membuat banyak orang terburu-buru saat bepergian. Bahkan, sebagian belum memahami bahwa shalat safar bukanlah kewajiban. Ia adalah sunnah yang dianjurkan. Selain itu, masih ada anggapan bahwa shalat ini hanya sah dilakukan sebelum keluar rumah.