Prinsip utama dalam Islam adalah kemudahan. Allah menegaskan bahwa agama ini tidak dimaksudkan untuk menyulitkan.
Browsing: Artikel
Haid bukan sekadar kondisi biologis. Ia terkait langsung dengan sah atau tidaknya shalat, puasa, dan hubungan suami istri. Karena itu, memahami tanda berakhirnya haid adalah bagian dari menjaga ketaatan kepada Allah.
Pernikahan dibangun atas kejelasan, kejujuran, dan tanggung jawab. Ketika salah satu unsur ini hilang, maka fondasi rumah tangga ikut goyah. Inilah yang terjadi saat fakta penting tentang identitas pasangan baru terungkap setelah akad berlangsung.
Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ telah menjelaskan dengan rinci tentang mahram dalam QS. An-Nisa: 23. Ayat ini menjadi rujukan utama dalam memahami siapa saja yang haram dinikahi selamanya.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 43 tentang “menyentuh perempuan”. Kata lamastum dalam ayat ini menjadi titik perbedaan tafsir. Sebagian ulama memahaminya secara tekstual sebagai sentuhan fisik.
Dalam kehidupan modern, pajak menjadi bagian penting dari sistem negara. Dana ini digunakan untuk pembangunan, keamanan, pendidikan, dan layanan publik. Meski demikian, fakta adanya korupsi membuat sebagian masyarakat kehilangan kepercayaan.
Para ulama sepakat bahwa zakat berkaitan dengan kepemilikan. Emas yang digadaikan tidak hilang status kepemilikannya. Ia tetap tercatat sebagai milik sah. Maka, selama mencapai nisab dan haul, kewajiban zakat tetap melekat.
Dalam syariat, kehalalan sembelihan tidak hanya bergantung pada jenis hewan. Ada syarat lain yang harus terpenuhi.
Banyak orang tergiur keuntungan cepat dari selisih nilai tukar mata uang. Namun, bagi seorang muslim, setiap transaksi tidak hanya dinilai dari profit, tetapi juga dari kehalalannya menurut syariat. Di sinilah pentingnya memahami hukum forex dalam perspektif fiqih muamalah.
Di era modern, influencer menjadi figur yang mampu membentuk pola pikir dan gaya hidup banyak orang. Apa yang mereka ucapkan, tampilkan, dan promosikan dapat dengan cepat ditiru oleh ribuan bahkan jutaan pengikut. Dalam Islam, kondisi ini tidak sekadar fenomena sosial, tetapi juga persoalan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
