Close Menu
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
  • Wakaf
  • LMS
  • Kebijakan
  • Privasi
Facebook X (Twitter) Instagram
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
  • Beranda
  • Berita
  • Pesantren
  • Pembinaan
  • Pendaftaran
Facebook X (Twitter) Instagram
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
Beranda » Melihat Foto Orang yang Telah Meninggal, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Fiqih

Melihat Foto Orang yang Telah Meninggal, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Setiap kenangan adalah pengingat untuk memperbaiki bekal menuju akhirat.
MundzirMundzir22 Juli 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
doa ketika melihat foto orang yang telah meninggal
Seorang muslim mengenang kerabat yang telah wafat sambil mendoakannya.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pengingat kematian dapat hadir melalui berbagai cara. Salah satunya saat kita melihat foto orang yang telah meninggal dunia. Rasa rindu, sedih, atau haru mungkin muncul di dalam hati. Namun, seorang muslim diajarkan untuk menjadikan momen tersebut sebagai tazkirah, yaitu pengingat bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 57)

Ayat ini menegaskan bahwa kematian bukan hanya milik orang lain. Cepat atau lambat, setiap manusia akan mengalaminya. Karena itu, melihat foto orang yang telah wafat hendaknya tidak sekadar membangkitkan kenangan, tetapi juga mengingatkan kita untuk memperbaiki amal dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Islam tidak mengajarkan doa khusus ketika melihat foto orang yang telah meninggal. Namun, seorang muslim dianjurkan mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin yang telah wafat. Doa merupakan salah satu amalan yang bermanfaat bagi mereka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim, shahih)

Salah satu doa yang diajarkan Al-Qur’an untuk kaum mukmin yang telah mendahului kita adalah:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا ۚ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr [59]: 10)

Jika foto yang terlihat adalah orang tua, keluarga, atau sahabat yang telah wafat, maka rasa rindu dapat diwujudkan dalam bentuk amal yang disyariatkan. Perbanyaklah mendoakan mereka, bersedekah atas nama mereka menurut pendapat mayoritas ulama, menyambung silaturahmi dengan kerabat dan sahabat mereka, serta menjaga nama baik yang mereka tinggalkan.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar seorang mukmin tidak larut dalam kesedihan, melainkan mengambil pelajaran dari kematian. Beliau bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. At-Tirmidzi; hasan)

Para ulama dari empat mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali sepakat bahwa mendoakan kaum muslimin yang telah meninggal merupakan amalan yang disyariatkan dan bermanfaat bagi mereka. Hal ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ, serta praktik Rasulullah ﷺ ketika mendoakan jenazah dan mengajarkan doa saat melewati kuburan kaum muslimin.

Oleh karena itu, ketika melihat foto orang yang telah meninggal, jangan hanya berhenti pada rasa sedih atau kerinduan. Jadikan momen tersebut sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Iringi dengan doa memohon ampunan dan rahmat bagi mereka, lalu perbanyak amal saleh sebagai bekal untuk hari ketika kita pun dipanggil menghadap Allah SWT.

Wallahu a’lam bishshawab.

Amal Saleh Doa Mayit Dzikir Fiqih Islam Kematian
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Mundzir
  • Website
  • Facebook
  • Instagram

Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Pramuka Khalifa, Tasikmalaya. Pembina satuan pandega di Gudep Tasikmalaya 05.109. Pelath pembina pramuka di Pusdiklat ‘Sukapura’ Kwarcab Gerakan Pramuka Tasikmalaya. Fasilitator Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Kemhan RI.

Related Posts

Wali Mujbir di Era Modern, Masih Relevankah?

27 Juli 2026

Bolehkah Ngecas HP di Masjid? Ini Penjelasan Fikihnya

26 Juli 2026

Cukupkah Basmalah Sekali untuk Menyembelih Banyak Ayam?

25 Juli 2026
Pesantren Pramuka Khalifa
© 2026 | UDEX Institute.
  • Wakaf
  • LMS
  • Kebijakan
  • Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.