Browsing: Artikel

menjadi modal penting untuk menjalani aktivitas padat di pesantren. Mulai dari belajar, beribadah, hingga kegiatan sosial, semua membutuhkan fisik yang prima.

Ada yang melarang total, ada pula yang mulai memberikan izin terbatas. Di tengah era digital, wajar jika santri juga membutuhkan akses teknologi. Namun, penting untuk melihat sisi manfaat dan risikonya secara adil dan bijak.

menjadi kunci bagi akhwat 22 tahun yang menargetkan menikah di usia 24. Target ini realistis jika sejak awal prosesnya tertata. Komunikasi dijaga, niat dijernihkan, dan kriteria ditetapkan.

bukan hanya saat senang. Justru di tengah hari-hari biasa, bersyukur menjadi latihan terbaik untuk membentuk hati yang kuat dan tenang. Kebiasaan ini bisa menjadi sumber kekuatan dalam menjalani hidup, apapun kondisinya.

seperti kembali ke akar pendidikan Islam yang menyejukkan. Suasana yang sederhana, bangunan kayu berumur puluhan tahun, serta adab santri yang khas menciptakan pengalaman spiritual yang tak mudah dilupakan.

seringkali jadi tantangan tersendiri bagi santri atau pelajar. Suasana yang ramai, waktu yang terbatas, dan fasilitas yang sederhana bisa membuat proses belajar terasa berat.