Banyak orang berlomba untuk menjadi kaya, namun lupa memperhatikan cara yang benar dan berkah. Dalam Islam, menjadi kaya bukanlah hal yang tercela. Bahkan, jika diniatkan dengan benar, harta bisa menjadi jalan pahala dan sarana membantu banyak orang. Berikut beberapa tips islami agar cepat kaya, bukan hanya materi, tetapi juga penuh keberkahan.
Pertama, perbaiki sumber keyakinan atau tauhid finansial. Sadarilah bahwa sumber rezeki sejati bukan bos, bukan usaha, dan bukan klien. Semuanya hanya perantara. Allah ﷻ lah yang Maha Memberi Rezeki. Dengan mindset ini, kita akan berhenti panik dan lebih tenang dalam berusaha. Sebagaimana firman-Nya, “Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah.” (QS. Hud: 6).
Kedua, aktifkan magnet rezeki. Banyak yang bekerja keras, tapi lupa bekerja dengan hati. Istighfar, syukur, dan sedekah adalah tiga kunci penting yang menjadi “booster” rezeki. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kesedihannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad).
Ketiga, gunakan prinsip kelola uang dengan bijak, seperti 1/3 power rule. Banyak orang gagal menjadi kaya bukan karena kurang pendapatan, tapi karena salah mengelola keuangan. Mulailah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran agar lebih tertib.
Selain itu, bisa diterapkan juga metode manajemen aset 40-30-20-10. Artinya, 40% digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk investasi atau pengembangan usaha, 20% disimpan sebagai dana darurat, dan 10% untuk sedekah atau amal kebaikan. Dengan metode ini, keuangan lebih terarah dan harta terasa lebih berkah.
Keempat, luruskan niat menjadi kaya. Dalam Islam, kaya bukan semata-mata untuk memuaskan hawa nafsu, tetapi sebagai sarana menolong orang lain. Nabi ﷺ bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Ketika niat kita benar, kekayaan akan menjadi ibadah dan mendekatkan diri pada Allah.
Menjadi kaya bukanlah tujuan akhir, melainkan wasilah (perantara) untuk memperbanyak amal kebaikan. Kaya itu layak untuk siapa saja yang siap menjadi jalan keberkahan. Jangan lupa, sertai setiap usaha dengan doa dan tawakal.
Jika kita sudah memperbaiki tauhid finansial, aktif bersedekah, mengelola aset dengan benar, dan meluruskan niat, maka in syaa Allah rezeki akan datang dengan cara yang tidak disangka-sangka, penuh berkah dan ketenangan hati.

