Tasikmalaya – Santri Khalifa kembali menorehkan prestasi dalam ajang Sajian Bersama Bogasari yang digelar di Tasikmalaya pada Jumat (19/09/2025). Dengan tema Dari Hobi Jadi Profesi, kompetisi memasak ini menghadirkan tantangan menu wajib Gahyong Chili Oil, hidangan khas Tiongkok berbahan dasar minyak cabai dengan cita rasa pedas gurih. Menu ini sebelumnya diperagakan oleh chef Bogasari, lalu ditiru dan dikreasikan oleh para peserta.
Lomba berlangsung singkat dengan durasi 30 menit. Sebanyak 20 grup peserta ikut serta, masing-masing terdiri dari lima anggota. Mayoritas berasal dari ibu-ibu PKK, sementara sebagian lainnya dari masyarakat umum. Pesantren Pramuka mengirim satu tim perwakilan santri Khalifa, terdiri dari Mulki Sulaimaniyah, Siti Aisyah, Lisda Lidiawati, Sriyanti Nurfadillah dari Universitas Terbuka, dan Assyifa Putri Fatah Ahmad dari Politeknik Triguna Tasikmalaya.
Di tengah ketatnya persaingan, tim santri Khalifa berhasil meraih juara ke-4 terbaik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri mampu bersaing dalam dunia kuliner modern, meski mayoritas peserta berasal dari latar belakang yang sudah terbiasa memasak dalam kegiatan sehari-hari.
Sebagai apresiasi, santri Khalifa mendapatkan dua goodie bag berisi produk Bogasari serta uang tunai Rp300.000. Hadiah ini menjadi modal awal yang bisa mendorong semangat kewirausahaan para santri, khususnya dalam mengembangkan keterampilan kuliner.
Bagi pesantren, keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Prestasi santri di luar bidang akademik maupun keagamaan menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren dapat melahirkan generasi multitalenta. Keterampilan memasak, yang awalnya hanya dianggap sebagai hobi, terbukti bisa menjadi profesi sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.
Melalui ajang ini, santri Khalifa tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga memberi inspirasi bahwa santri dapat berkiprah di berbagai bidang. Dari dapur lomba kuliner, lahir semangat untuk menjadikan kreativitas sebagai modal kemandirian di masa depan.

