Close Menu
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
  • Wakaf
  • LMS
  • Kebijakan
  • Privasi
Facebook X (Twitter) Instagram
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
  • Beranda
  • Berita
  • Pesantren
  • Pembinaan
  • Pendaftaran
Facebook X (Twitter) Instagram
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
Beranda ยป Rihlah ke Situs Islam Tua di Banten
Rihlah

Rihlah ke Situs Islam Tua di Banten

Menelusuri jejak Islam masa lalu untuk menguatkan jati diri masa kini.
MulkiMulki12 Agustus 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Rihlah ke Situs Islam Tua di Banten
Gerbang reruntuhan Keraton Surosowan, saksi bisu kejayaan Kesultanan Banten sebagai pusat dakwah dan pemerintahan Islam di masa lalu. (.Ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Banten bukan sekadar provinsi di ujung barat Pulau Jawa. Ia adalah gerbang sejarah Islam yang menyimpan warisan dakwah, budaya, dan perjuangan. Melalui rihlah ke situs-situs Islam tua di Banten, kita diajak menyusuri lorong waktu, menghidupkan kembali semangat para pendahulu yang menyebarkan Islam dengan ilmu dan akhlak.

Perjalanan ke Banten tak lengkap tanpa mampir ke kawasan Keraton Surosowan, Masjid Agung Banten, dan Makam Sultan Maulana Hasanuddin. Ketiganya menjadi simbol awal kemunculan Islam yang berakar kuat di tanah Jawa.

Masjid Agung Banten, Simbol Dakwah yang Bersahaja

Masjid Agung Banten dibangun pada abad ke-16 dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta pemerintahan Kesultanan Banten. Arsitekturnya memadukan gaya lokal, Tiongkok, dan Eropa menandakan bahwa Islam menyatu dengan budaya tanpa menghapus identitas.

Menara masjid yang menyerupai mercusuar menunjukkan pengaruh Belanda, sedangkan atap bersusun menyerupai pagoda adalah sentuhan arsitektur Tionghoa. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga lambang keterbukaan dan persatuan.

Keraton dan Makam: Warisan Kejayaan Islam di Banten

Di dekat masjid, reruntuhan Keraton Surosowan masih bisa dikunjungi. Meskipun hanya tersisa tembok dan fondasi, keraton ini menyimpan kisah tentang kekuatan politik Islam di masa lalu.

Tak jauh dari sana, Makam Sultan Maulana Hasanuddin putra Sunan Gunung Jati dan sultan pertama Banten menjadi tempat yang banyak dikunjungi untuk ziarah. Tempat ini menyimpan nilai spiritual sekaligus sejarah yang mendalam.

Pelajaran dari Rihlah Keislaman di Banten

Rihlah ke Banten bukan hanya soal wisata sejarah, tapi juga penguatan identitas keislaman. Dengan menyaksikan langsung bukti-bukti peradaban Islam tempo dulu, kita semakin sadar bahwa dakwah tidak hanya butuh ilmu, tapi juga keteladanan dan kebijaksanaan.

Ziarah ke situs tua membuat kita lebih menghargai perjuangan para ulama terdahulu. Perjalanan ini bukan hanya membawa pulang foto, tapi juga membawa pulang hikmah dan semangat menjaga warisan Islam dengan cara damai dan cerdas.

Banten Bersejarah Jejak Dakwah di Banten Rihlah Islami Situs Islam Nusantara Wisata Religi Islam
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Mulki

Related Posts

Rihlah ke Kawasan Pesantren Tradisional

18 Agustus 2025

Rihlah Ilmiah ke Perpustakaan Islam

14 Agustus 2025

Wisata Religi yang Menenangkan Jiwa

13 Agustus 2025
Pesantren Pramuka Khalifa
© 2026 | UDEX Institute.
  • Wakaf
  • LMS
  • Kebijakan
  • Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.