Bulan penutup dalam kalender hijriah
Dzulhijjah adalah bulan kedua belas dalam kalender Islam. Ia menjadi bulan yang sangat dekat dengan ibadah besar umat Islam: haji, wukuf di Arafah, penyembelihan kurban, takbir, serta Hari Raya Idul Adha.
Keistimewaan Dzulhijjah tampak kuat pada sepuluh hari pertamanya. Para ulama menjelaskan bahwa hari-hari ini termasuk waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh, karena Allah sendiri bersumpah dengan malam-malam yang agung dalam Al-Qur’an.
Panduan ini disusun agar pembaca dapat memahami mana amalan yang dianjurkan, mana yang dilarang, serta bagaimana menjalani Dzulhijjah dengan ilmu. Sebab semangat ibadah perlu ditemani pemahaman yang benar.
Para sahabat dan generasi salaf sangat memperhatikan hari-hari awal Dzulhijjah. Mereka memperbanyak takbir, dzikir, dan amal saleh, karena sadar bahwa tidak semua waktu memiliki keutamaan yang sama.
