Rutinitas yang tertata menjadi kunci dalam menjaga semangat ngaji dan hafalan. Di tengah kesibukan harian, banyak orang merasa kesulitan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, apalagi menghafalnya. Padahal, dengan jadwal yang terstruktur dan konsisten, ngaji dan hafalan bisa dilakukan tanpa harus mengganggu aktivitas utama.
Langkah pertama dalam menyusun jadwal efektif adalah menetapkan tujuan jelas. Tentukan target yang ingin dicapai, misalnya menghafal satu surah dalam sebulan atau memperbanyak bacaan Al-Qur’an setiap hari. Tujuan yang jelas memberi arah dan semangat dalam menjalani proses.
Selanjutnya, bagi waktu belajar dalam dua sesi berbeda: sesi ngaji dan sesi hafalan. Misalnya, pagi hari digunakan untuk membaca dan memahami tafsir, sementara sore atau malam digunakan khusus untuk menghafal. Dengan cara ini, pikiran lebih fokus karena tidak bercampur antara membaca dan menghafal.
Gunakan juga metode pengulangan atau spaced repetition. Setelah menghafal satu ayat baru, ulangi di hari berikutnya, lalu tiga hari kemudian, dan seterusnya. Cara ini terbukti membantu memperkuat hafalan dalam jangka panjang.
Untuk membantu konsistensi, buatlah jadwal visual harian atau mingguan. Tulis dalam tabel waktu-waktu khusus untuk ngaji, hafalan, dan ulangan. Tandai setiap sesi yang berhasil dilakukan agar terlihat progresnya. Visualisasi ini akan memberi rasa pencapaian dan menjadi motivasi tambahan.
Pastikan pula waktu yang digunakan selalu konsisten setiap hari. Pilih waktu tenang seperti pagi sebelum aktivitas dimulai atau malam sebelum tidur. Dengan konsistensi, tubuh dan pikiran akan terbiasa dan lebih mudah masuk ke suasana belajar.
Selain itu, gunakan berbagai metode seperti menggabungkan audio dan tulisan. Dengarkan bacaan Al-Qur’an melalui aplikasi, lalu salin ayat-ayat tersebut secara manual. Kombinasi antara mendengar dan menulis akan memperkuat daya ingat.
Jangan lupa untuk mengatur target harian secara realistis. Lebih baik sedikit tapi rutin, daripada banyak lalu terputus di tengah jalan. Misalnya, cukup satu atau dua ayat per hari tapi dipelajari dengan mendalam dan diulang terus menerus.
Terakhir, lakukan evaluasi mingguan. Tinjau hafalan yang masih kuat, mana yang perlu diulang, dan sesuaikan jadwal jika dirasa terlalu padat atau longgar. Evaluasi ini penting untuk menjaga ritme belajar tetap sehat dan menyenangkan.
Dengan menyusun jadwal ngaji dan hafalan yang rapi, proses belajar menjadi lebih terarah dan produktif. Yang terpenting bukan seberapa cepat hafalan selesai, tapi seberapa kuat dan konsisten ia tinggal dalam hati.

