Shalat tahajjud adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya pada sepertiga malam terakhir. Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ memuji orang-orang yang meninggalkan tidurnya demi mendekatkan diri kepada-Nya. Allah ﷻ berfirman, “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79).
Para ulama mendefinisikan tahajjud sebagai shalat malam yang dilakukan setelah tidur, meskipun hanya sebentar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim, no. 1163). Dalam bahasa Arab, kata tahajjud berasal dari “hajada”, yang artinya tidur kemudian bangun. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa menurut ulama Syafi’iyah, shalat malam disebut tahajjud jika dilakukan setelah tidur, walaupun hanya sebentar. (Lihat Al-Majmu’, Imam Nawawi).
Lalu bagaimana jika seseorang shalat malam tanpa tidur terlebih dahulu? Para ulama sepakat bahwa shalat malam tetap sah dan berpahala meskipun dikerjakan sebelum tidur. Namun, secara istilah, shalat tersebut disebut qiyamul lail, bukan tahajjud. Madzhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali semua sepakat bahwa shalat malam tanpa tidur tetap sangat dianjurkan. Perbedaan hanya pada sebutan.
Shalat malam, baik disebut tahajjud atau qiyamul lail, memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam hadis disebutkan, “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan? Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni?'” (HR. Bukhari, no. 1145; Muslim, no. 758).
Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa shalat malam boleh dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu. Ibadah tersebut tetap sah, berpahala besar, dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Namun, jika ingin mendapatkan keutamaan tahajjud secara sempurna, sebaiknya tidur terlebih dahulu lalu bangun untuk shalat.
Dengan mengetahui perbedaan istilah ini, kita diharapkan semakin termotivasi untuk rutin shalat malam, baik sebagai tahajjud atau qiyamul lail. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan hati dalam mendekat kepada Allah ﷻ.

