Ngaji di era digital menghadirkan tantangan baru: layar gadget yang terus menyala dan menggoda. Niat awal membuka aplikasi Al-Qur’an bisa berubah menjadi sesi scroll media sosial yang panjang. Tanpa disadari, momen ibadah terganggu dan nilai spiritual pun memudar.
Agar bacaan Al-Qur’an tetap khusyuk, kita perlu cerdas menghadapi gangguan ini. Gadget adalah alat. Ia bisa mendukung atau justru melemahkan, tergantung cara kita mengelolanya.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengaktifkan mode pesawat sebelum mengaji. Ini memutus semua jaringan sementara, sehingga notifikasi tidak masuk selama sesi membaca. Cara ini sederhana tapi sangat efektif untuk menjaga fokus.
Kedua, pilih aplikasi Qur’an yang bebas iklan dan tidak mengundang gangguan. Ada banyak aplikasi dengan mode fokus yang memungkinkan pengguna membaca tanpa interupsi visual. Jika perlu, gunakan versi premium untuk pengalaman ngaji yang lebih nyaman dan bersih dari pop-up.
Ketiga, tutup semua aplikasi lain sebelum membuka aplikasi Qur’an. Pastikan hanya satu aplikasi yang aktif, agar tidak mudah tergoda beralih. Letakkan gadget dalam posisi horizontal di dudukan atau meja kecil agar penggunaannya lebih menyerupai mushaf fisik dan bukan layar multitasking.
Keempat, tetapkan waktu khusus untuk ngaji. Misalnya, 15 menit di pagi hari sebelum aktivitas dimulai atau malam hari setelah pekerjaan selesai. Pada waktu-waktu seperti ini, pikiran lebih tenang dan gangguan dari luar lebih minim.
Kelima, buat ruang khusus untuk ngaji, walau hanya sudut kecil di rumah. Tempat ini bisa menjadi zona bebas gadget lain. Bahkan jika tetap menggunakan gadget untuk membaca, pastikan perangkat tersebut tidak digunakan untuk hal lain selama sesi berlangsung.
Keenam, manfaatkan fitur teknologi seperti aplikasi penghitung waktu (timer) atau aplikasi fokus yang memantau durasi membaca. Beberapa aplikasi bahkan menyediakan sistem tantangan atau penghargaan digital untuk menjaga semangat.
Ketujuh, biasakan menjadikan gadget sebagai alat bantu ibadah, bukan pengalih perhatian. Gunakan gadget untuk mendengarkan tilawah, membaca tafsir, atau menyimak ceramah singkat sebelum atau sesudah ngaji. Jangan gunakan gadget sebagai alat hiburan di sela-sela bacaan suci.
Menjaga diri dari distraksi gadget saat ngaji adalah bentuk disiplin diri dan pengendalian digital. Saat kita berhasil menaklukkan layar, kita memberi ruang lebih besar bagi cahaya Al-Qur’an menyinari hati.
Ngaji bukan hanya ritual, tapi proses mendekatkan diri pada Allah. Teknologi bisa jadi penopang perjalanan spiritual itu, asal kita mampu menggunakannya dengan bijak dan terarah.

