Dulu, santri identik dengan hidup sederhana dan jauh dari alat elektronik. Namun kini, dunia pesantren pun tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi. Meski begitu, tidak semua teknologi cocok untuk lingkungan santri. Maka, muncul istilah “teknologi ramah santri” yakni teknologi yang mendukung aktivitas belajar agama, tanpa membawa dampak negatif bagi akhlak dan konsentrasi.
Perangkat atau aplikasi yang disebut ramah santri bukan hanya soal konten, tetapi juga soal fungsi dan nilai. Teknologi jenis ini membantu santri memperkuat hafalan, memperluas wawasan, dan menjaga adab digital tanpa kehilangan fokus utama: mencari ilmu yang bermanfaat.
- Aplikasi Qur’an dan Terjemahan Offline
Banyak aplikasi Al-Qur’an yang bisa digunakan tanpa internet. Ini sangat berguna bagi santri yang tinggal di daerah dengan sinyal terbatas. Fitur pencarian ayat, tafsir, dan audio murottal juga memperkaya proses belajar. - Aplikasi Hafalan dan Murajaah
Aplikasi seperti “Ayat Hafalan” atau “Tahfidzku” memungkinkan santri mengulang hafalan dengan metode tanya-jawab atau pengulangan otomatis. Santri bisa mengatur target dan mencatat perkembangan hafalannya. - Platform Kajian dan Ceramah Islami
Dengan internet yang dijaga, santri bisa mengakses ribuan ceramah dari para ustaz terpercaya. Ada juga aplikasi yang menyediakan kajian tematik, lengkap dengan ringkasan dan catatan penting. - Alarm dan Pengingat Salat Otomatis
Aplikasi semacam ini membantu santri yang masih belajar mengatur waktu dengan disiplin. Beberapa alarm bahkan menyertakan doa-doa harian atau motivasi Islami sebelum waktu salat. - Aplikasi Kamus dan Ensiklopedia Islam
Untuk memudahkan memahami istilah fiqih atau hadis, santri bisa menggunakan aplikasi kamus syar’i. Ada juga ensiklopedia interaktif yang menjelaskan sejarah, tokoh ulama, hingga biografi para sahabat. - Alat Penunjang Presentasi Dakwah
Bagi santri yang belajar public speaking, teknologi seperti proyektor mini atau software presentasi Islami bisa menunjang kemampuan dakwah mereka di masyarakat.
Teknologi bisa menjadi sahabat, asalkan digunakan dengan tanggung jawab. Pesantren yang terbuka pada teknologi ramah santri mampu mencetak generasi ulama yang tidak gagap zaman, namun tetap menjaga adab dan ilmu.
Jadi, tak perlu alergi dengan kemajuan. Yang penting bukan hanya alatnya, tapi cara menggunakannya. Teknologi ramah santri adalah bukti bahwa dunia digital bisa bersanding dengan dunia pesantren secara harmonis.

