Close Menu
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
  • Wakaf
  • LMS
  • Kebijakan
  • Privasi
Facebook X (Twitter) Instagram
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
  • Beranda
  • Berita
  • Pesantren
  • Pembinaan
  • Pendaftaran
Facebook X (Twitter) Instagram
Khalifa.or.idKhalifa.or.id
Beranda » Bagaimana Hukum Zakat Fitrah yang Dibayar Setelah Shalat Id?
Fiqih

Bagaimana Hukum Zakat Fitrah yang Dibayar Setelah Shalat Id?

Kesempurnaan ibadah terlihat dari ketepatan waktu dan keikhlasan dalam menunaikan kewajiban.
MundzirMundzir5 Juli 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Bagaimana Hukum Zakat Fitrah yang Dibayar Setelah Shalat Id?
Ilustrasi penyerahan zakat fitrah di masjid. Dalam Islam, zakat fitrah harus ditunaikan sebelum shalat Id agar sah sebagai zakat, selebihnya dianggap sebagai sedekah. (.Ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap muslim pada bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Tujuan utamanya untuk membersihkan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. Allah ﷻ berfirman, “Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan zakat), dan dia mengingat nama Tuhannya lalu mendirikan shalat.” (QS. Al-A’la: 14–15).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat (Id), maka itu zakat yang diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu hanya sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Jika zakat fitrah dibayar sebelum shalat Id, maka dihitung sebagai zakat yang sah. Sebaliknya, jika dibayar setelah shalat Id, maka tidak sah sebagai zakat fitrah. Statusnya berubah menjadi sedekah biasa.

Para ulama dari madzhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali sepakat bahwa waktu utama untuk menunaikan zakat fitrah adalah sejak awal Ramadan hingga sebelum shalat Id. Setelah shalat Id, pembayaran zakat fitrah dianggap terlambat dan tidak sah sebagai zakat. Namun, muzakki tetap wajib membayarnya dalam bentuk sedekah. (Lihat Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, 6/126).

Bagi amil zakat, jika ada orang yang datang membayar zakat fitrah setelah shalat Id, maka zakat tersebut tetap diterima tetapi dijelaskan bahwa statusnya menjadi sedekah biasa. Amil juga dianjurkan mengingatkan agar di tahun berikutnya dibayarkan sebelum shalat Id supaya sah sebagai zakat fitrah.

Kehati-hatian dalam memperhatikan waktu menjadi sangat penting, sebab zakat fitrah memiliki ketentuan waktu yang jelas. Fungsinya sebagai pembersih jiwa dan penyempurna puasa hanya bisa diperoleh jika dilaksanakan pada waktunya.

Kesimpulannya, zakat fitrah yang dibayar setelah shalat Id tidak sah sebagai zakat fitrah, tetapi tetap diterima sebagai sedekah. Muzakki wajib mengetahui hukum ini dan berusaha tepat waktu agar pahalanya sempurna.

Menunaikan zakat fitrah tepat waktu adalah bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah ﷻ. Semoga Allah menerima setiap amal ibadah kita dengan penuh keberkahan.

Amil Zakat Fiqih Zakat Idulfitri Waktu Zakat Zakat Fitrah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Mundzir
  • Website
  • Facebook
  • Instagram

Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Pramuka Khalifa, Tasikmalaya. Pembina satuan pandega di Gudep Tasikmalaya 05.109. Pelath pembina pramuka di Pusdiklat ‘Sukapura’ Kwarcab Gerakan Pramuka Tasikmalaya. Fasilitator Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Kemhan RI.

Related Posts

Hukum Ikut Makan Tanpa Bayar Iuran Kemah

21 September 2025

Qashar Shalat Saat Berkemah, Bolehkah?

20 September 2025

Bolehkah Jama’ Shalat Tanpa Qashar di Perkemahan?

18 September 2025
Pesantren Pramuka Khalifa
© 2026 | UDEX Institute.
  • Wakaf
  • LMS
  • Kebijakan
  • Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.