Tasikmalaya – Riuh antusiasme masih terasa di Pesantren Pramuka Khalifa, Cisayong, pada Sabtu (5/7/2025), saat pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis literature review resmi ditutup. Setelah tiga hari fokus membahas metode sistematis PRISMA, hari terakhir pelatihan diarahkan pada penguasaan perangkat digital pendukung: VOSviewer dan Mendeley.
Pelatihan yang difasilitasi Unit Khalifa ini menyasar peningkatan kompetensi teknis peserta dalam menganalisis peta literatur serta mengelola referensi ilmiah. Dengan menggunakan VOSviewer, peserta belajar membuat visualisasi jaringan kutipan dan keterkaitan antar tema riset. Aplikasi ini memperkaya pemahaman terhadap sebaran informasi dalam tinjauan pustaka, serta menunjukkan tren dan celah riset di bidang masing-masing.
Sementara itu, penggunaan Mendeley difokuskan untuk mengorganisasi referensi dan mengotomatisasi sitasi. Peserta dibimbing mulai dari proses instalasi, pengelolaan folder referensi, hingga penyisipan sitasi langsung ke dokumen penulisan. Pemahaman terhadap aplikasi ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menjaga konsistensi kutipan, sekaligus meningkatkan efisiensi penulisan.
Penyampaian materi dilakukan secara bertahap, disertai praktik langsung menggunakan studi kasus yang relevan dengan latar belakang peserta. Metode ini memberikan pengalaman langsung dan meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menerapkan hasil pelatihan ke dalam penulisan artikel ilmiah.
Selama empat hari pelatihan, peserta telah melalui berbagai tahap penulisan literature review berbasis PRISMA. Mulai dari merumuskan masalah, pencarian dan seleksi artikel ilmiah, hingga sintesis dan pelaporan. Ditambah dengan penguasaan tools digital di hari terakhir, pelatihan ini dirancang agar peserta mampu menyusun dan menerbitkan artikel ilmiah sesuai dengan bidang masing-masing.
Dengan ditutupnya pelatihan ini, Unit Khalifa berharap seluruh peserta dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang layak dan bermutu. Dukungan teknologi digital menjadi nilai tambah agar santri dan akademisi muda tidak hanya menulis secara sistematis, namun juga siap bersaing di panggung akademik nasional maupun internasional.

